Minggu, 07 Juni 2020

Menangkap Rindu

Oleh Maria Utami

Rindu itu kamu
Tumpukan slide-slide masa lalu
Meronta ingin kuhela
Mendesak ingin kutangkap
Ia mengangkasa
Semesta mencatatnya

Rindu itu kamu
Raga-raga yang terlepas
Bebas..
Kau terhempas
Jejalkan masa lalumu padaku
Tertindas..

Samsak, Sixpact Make me Sick and Fat

Oleh: Widyastuti
Samsak ini bertengger di dapur sudah delapan tahun. Mengapa kami memasang samsak di dapur? Karena tempat ini strategis, dekat ruang keluarga dan ruang makan.
Bungsuku anaknya sangat aktif, sejak kelas dua SD sudah ikut bela diri. Yang membuatku prihatin dia rajin berlatih bela diri namun malas membaca dan belajar. Satu-satunya cara agar dia sedikit paham dengan pelajarannya, aku membaca dengan keras buku pelajarannya, sementara dia berlatih kecepatan tendangan dengan samsak ini. Berlatih sambil belajar.
Ketika bungsuku kelas tiga SMP hingga SMA, fungsi samsak bukan lagi untuk menendang namun untuk meninju. Setiap bangun tidur dan pulang sekolah akan terdengar suara bag, bug, bag, bug.

KIDUNG IBUNDA

Tirta NS.
KIDUNG IBUNDA
: Ibunda Tatik S.

Aku merindu ibu
Bersama gubug tua dan teplok dengan asap yang menari di sudut malam
Bersama  berpotong kenangan yang terlipat rapi di sini,
Ya, aku menyimpannya
Dalam balutan sutra di dalam jiwa

Aku merindu ibu
Dengan cerita-cerita yang dialunkannya bernada
Tentang Sangkuriang, Ande-Ande Lumut,
Kisah Malin Kundang; tak lupa pula

BIRU

Oleh: Dini R

Selamat pagi, kabut
Ah, sepagi ini kau telah menyambangiku
Membawa kembali senyum itu
Yang kian tebal oleh pilu

Jika kau juga datang padanya
Tolong sampaikan gelebahku
Pada seluruh binar kisah lalu
Yang kian tebal membiru

6 Juni 2020

RUMAH TANPA KACA

Tirta Ns.

18+
Malam selalu berjalan lambat dan murung. Bahkan saat rembulan di tengah padang bercahaya dengan gemintang yang menemaninya begadang. Marina tetap saja sunyi. Dia benci malam. Ketakutan menjelang pagi, dan berharap  siang segera beranjak pergi. Dia selalu berharap hari memendek saja. Atau bahkan tak menemuinya lagi. Rumah mungilnya yang indah kini tak lagi secantik dulu. Bunga-bunga menolak mekar. Bahkan anggrek-anggrek berharga mahal,  yang dulu selalu  memamerkan bunganya satu persatu, kini melayu.