Kamar 2204. Aku menerima kunci kamar berbentuk kartu itu dari pegawai hotel nan cantik di meja resepsionist. Seorang room boy menyambutku dan sigap membawakan koporku. “Mari, Bu, saya antar,” ujarnya.
Aku baru saja usai menaruh koperku di dalam kamar, saat tetiba hasrat itu datang tak tertahankan. Pengin pipis. Bergegas aku menuju ke toilet. Tak kukunci. Pintu hanya kututup saja. Toh aku sendiri, apa masalahnya?
Tak sampai lima menit kurasa, hajatku pun tertuntas sudah. Segera kuputar benda bulat yang ada di pintu kamar mandi. Tapi..
Klek, klek. klek..
Pintu bergeming.
Ku coba lagi.
Klik..klek..

